Resensi Buku Sepakbola Karya Ryan Tank: The Inside Wing

buku sepakbola

Resensi Buku Sepakbola Karya Ryan Tank: The Inside Wing - Saya penikmat sepakbola dengan cara seperti ini: sekadar melihat liukan Lionel Messi, tendangan keras Cristiano Ronaldo, umpan cantik Mesut Ozil, penyelamatan gemilang David De Gea, dan lain sebagainya, dan lain sebagainya. Betul bahwa di lapangan sepakbola ada 11 pemain dalam satu tim melawan 11 pemain di tim lainnya dengan formasi tertentu, tapi saya justru melihat mereka sebagai sekumpulan orang yang saling berebut bola.  Adapun berbagai situasi yang tercipta–termasuk juga gol–adalah hal yang natural saja.

Tapi belakangan saya menyadari bahwa sepakbola tak sesederhana yang saya bayangkan. Situasi di lapangan sepakbola tidak selalu tercipta karena kebetulan semata. Terkadang – dan  memang kebanyakan – sengaja diciptakan.

Ada banyak strategi dan ada banyak taktik. Dua pelatih yang saling berhadapan akan beradu strategi dan taktik mereka masing-masing.  Strategi dan taktik pelatih, diaplikasikan oleh para pemain untuk meraih keuntungan dalam sebuah pertandingan. Tentu saja tujuan utamanya adalah meraih kemenangan.  Di mata saya, itu terlihat menarik.  Sangat menarik malah. Semacam adu kecerdasan antara kedua kubu.

Sebelumnya, saya harus berterima kasih kepada para pengamat sepakbola yang memperkenalkan sudut pandang seperti itu kepada saya. Kerap kali saya mendengar atau membaca komentar mereka yang sering menggunakan istilah seperti ini: overload, half space, build up, formasi berlian, formasi triangle, dan lain-lain, dan lain-lain. Yang paling terngiang di kepala saya sampai hari ini adalah komentar Zen RS. Pandit sepakbola  ini pernah berkata bahwa sepakbola adalah permainan ruang. Belakangan saya mulai paham bahwa memanfaatkan ruang-ruang kosong di lapangan dalam sebuah pertandingan, bisa menjadi sebuah pembeda.

Saya tak pernah mengira sepakbola bisa sampai sedetil itu. Ia jadi seperti permainan catur: satu langkah saja bisa mengubah segalanya. Perumpamaan saya mungkin keliru, tapi begitulah saya mulai tertarik dan berusaha belajar melihat permainan sepakbola pada level tertinggi ini.

Dan itulah kenapa saya  akhirnya bertekad untuk membaca sekaligus memiliki buku The Inside Wing karya Ryan Tank. Dalam pengantarnya, Guntur Cahyo Utomo (Asisten Pelatih Timnas Indonesia U-19), mengatakan bahwa buku ini menjadi panduan bagi penikmat sepakbola untuk menikmati sepakbola dengan perspektif yang menyeluruh (hal.  Vi). Benar saja, buku ini memang berisi istilah-istilah sepakbola yang jarang atau mungkin tak pernah kita dengar.

Ryan Tank mencoba menyusunnya seperti kamus (menjelaskan istilah-istilah tersebut berdasarkan abjad). Menariknya, buku ini tak hanya berisi penjelasan, tapi juga dilengkapi dengan gambar yang tentunya membuat pembaca mudah mengerti.  Saya kira buku ini memang bacaaan yang tepat bagi yang tertarik untuk mulai memahami sepakbola dengan bahasa sepakbola.

Bagi saya sendiri, memiliki buku ini adalah usaha saya untuk memahami sepakbola lebih dari sekadar lari-tendang-gol. Saya ingin menikmati sepakbola dari kacamata yang berbeda: taktikal. Sebab katanya, kacamata taktik adalah hierarki tertinggi dalam sepakbola.

Selamat membaca!


Identitas Buku
Judul buku: The Inside Wing
Penulis: Ryan Tank
Penerbit: Fandom
Tahun Terbit: Agustus 2018 (cetakan kedua)
Tebal: 166 halaman
ISBN: 978-602-52096-0-4

Belum ada Komentar untuk "Resensi Buku Sepakbola Karya Ryan Tank: The Inside Wing"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel