Terima Kasih Ala Mandar

Sumber gambar: pixabay.com

“Kenapa dalam bahasa Mandar- termasuk juga dalam bahasa Makassar dan bahasa Bugis - tidak mengenal frasa yang berarti terima kasih seperti matur nuwun dalam bahasa Jawa?” Tanya dosen saya pada suatu waktu dalam ruang kuliah.

Saya yang sedikit mengerti bahasa Mandar berfikir sejenak dan berusaha mengingat-ingat semua kata dalam bahasa Mandar yang saya tahu. Hasilnya, saya memang tidak menemukan apa yang dimaksud dosen tadi. Teman-teman saya yang lain, yang mengerti bahasa Makassar dan bahasa Bugis, juga tidak bersuara. Pertanyaan tadi tidak terjawab.

“Karena kita orang Mandar, juga orang Bugis, Makassar dan mungkin sebagian besar suku di Sulawesi tidak berterima kasih dengan ucapan, tapi dengan tindakan,” lanjut sang dosen menjawab pertanyaannya sendiri. Saya bingung tindakan apa yang dimaksud olehnya. Tapi, tak lama berselang ia menjelaskan dengan mengambil contoh salah satu kebiasaan orang Mandar, yakni pemberian barakka’.

Barakka’ sendiri adalah semacam buah tangan. Ketika kita datang pada acara hajatan orang Mandar, misalnya massunna’ (sunatan), syukuran, mambaca munu’ (maulidan) ataupun tahlilan, kita diberi semacam bingkisan saat hajatannya telah selesai. Biasanya berupa kantong plastik yang isinya makanan-makanan tradisional khas mandar seperti cucur, sokkol,  baje’, dan ka’do minnya’. Tak hanya itu, ketupat, telur atau pisang juga terkadang ada dalam bingkisan tersebut. Bingkisan inilah kemudian yang dibawa pulang oleh para tamu, sehingga sanak keluarga di rumah yang tidak sempat hadir, dapat menikmati makanan dari hajatan tersebut. Inilah yang dalam bahasa Mandar disebut sebagai barakka’.

Saya tak tahu persis asal kata barakka’ ini, namun jika mendengar dari cara pengucapannya, bisa jadi berasal dari kata berkah yang bermakna karunia dari Tuhan. Hajatan-hajatan seperti yang disebut di atas, memang kebanyakan diisi dengan kegiatan seperti pengajian, barazanji, dan shalawatan. Makanan yang “dihadiahkan” sebagai barakka’ dianggap telah mendapatkan berkah karena telah diberikan baca-baca (doa-doa) oleh para ulama atau ustaz saat acara berlangsung. Sehingga barakka’ yang ditenteng pulang si tamu bermakna berkah, yang tak hanya dirasakan oleh si tuan rumah akan tetapi juga dirasakan oleh orang-orang yang datang.

Kalau dibayangkan sekilas, barakka’ terlihat hanya sekadar pemberian. Akan tetapi, barakka’ memiliki makna yang lebih dari itu. Seperti yang dikatakan dosen saya di atas, barakka’ adalah bentuk ucapan terima kasih dari pemilik hajatan. Saya kemudian tertarik untuk membuktikan itu dengan bertanya kepada kedua orangtua – yang tentunya orang Mandar – perihal terima kasih dalam bahasa Mandar. Hasilnya, memang tidak ada.

Saya juga melakukan riset kecil-kecilan mengenai ucapan terima kasih dalam bahasa daerah dengan browsing di internet. Di jawa, ada banyak bahasa yang mewakili, seperti hatur nuhun dari bahasa Sunda, sakalengkong dari bahasa Madura, dan matur nuwun dari bahasa Jawa sendiri. Kemudian di Sumatera, ada terimo kasih dari bahasa Jambi, muliate dari bahasa Batak, tarimo kasih dari bahasa Minang, dan teurimong gaseh beh dari bahasa Aceh. Tak hanya itu daerah-daerah lain pun demikian, suksema dari bahasa Bali, makaseg dari bahasa Kutai, tampiaseh dari bahasa Sasak. Bahasa Pigani (Papua) ada amanai dan bahasa Maumere ada epanggawang. Di Sulawesi sendiri, khususnya di Sulawesi Selatan dan Barat, sepanjang penelusuran penulis, hanya ada bahasa Toraja, yakni kurrusumanga’.

Tak adanya ucapan terima kasih dalam bahasa Mandar, menyiratkan bahwa di Mandar, dalam melakukan penghargaan terhadap sesama tidak dalam bentuk ucapan, tetapi memang dengan tindakan. Dengan cara seperti itu, tentunya akan membuat orang lain merasa benar-benar dihargai. Dengan begitu, bisa dikata, Barakka’ adalah terima kasih ala Mandar.



Catatan: Tulisan ini pertama kali dipublikasikan pada 24 Januari 2019 untuk memenuhi tantangan kedua dari 10 kali tantangan menulis dengan tema: Ceritakan Budaya yang Ada di Lingkunganmu. Tantangan ini diselenggarakan oleh #Katahatiproduction #Katahatichallenge

Belum ada Komentar untuk "Terima Kasih Ala Mandar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel